7 Anggapan Salah Tentang User Experience yang Harus Kamu Tahu

UX

Sementara desain web telah menjadi komoditas utama di pasar yang kompetitif saat ini, masih banyak klien tidak memiliki pemahaman yang jelas tentang apa yang sebenarnya ingin mereka capai dengan website mereka. Tujuan yang paling sering disebut adalah membangun “online presence”, namun ketidakjelasan dari pernyataan ini terkadang membuatnya tidak lebih dari angan-angan belaka.

Inilah sebabnya mengapa User Experience, atau desain UX sangat banyak dibutuhkan. Hal itu karena UX mengambil seluruh proses desain, salah satu hal yang menekankan kemudahan dan akses untuk pengguna, bukan hanya fitur dan elemen desain yang tidak berguna. Salah satu tujuan utama dari desai UX adalah menemukan keseimbangan yang tepat antara mengikuti kebutuhan pengguna dan mencapai tujuan bisnis dari website.

Tentu saja, karena desain UX masih cukup asing bagi sebagian orang, membuat banyak anggapan yang keliru tentang UX, mulai dari prinsip-prinsip dasar UX hingga pendekatan yang digunakan. Berikut adalah 7 anggapan yang salah tentang UX yang harus dihindari.

1. UX adalah opsional

Semua bisnis pasti memiliki user experience. Namun, tidak semua bisnis merancang user experience mereka dengan baik. Misalnya, kita bisa menonton layanan seperti Netflix di ponsel sembari pulang pergi kerja, kemudian secara otomatis memindahnya ke TV ketika kita di rumah. Itu adalah user experience yang konsisten. Jika Netflix tidak mengaitkan kedua perangkat secara bersama, kita mungkin akan mendapatkan produk yang sama, tetapi dengan user experience yang berbeda.

2. Pengguna membuat pilihan rasional

Kesalahpahaman yang telah menyebabkan sebagian besar bisnis sering gagal adalah pengguna membuat keputusan yang rasional. Ribuan atau bahkan jutaan dari ide hebat yang gagal disebabkan orang tidak memperhitungkan fakta bahwa hanya karena produknya adalah pilihan rasional ketika memperhitungkan semua fakta objektif maka bukan berarti itu menjadi pilihan bagi orang orang di pasar kita.

Kadang subjektif, aspek irasional mempengaruhi sebagian besar keputusan pembeli, jadi cari tahu faktor apa saja yang bisa membuat semua perbedaan pada user experience.

3. Kita memahami pengguna kita

Mungkin kesalahan yang paling umum dari setiap bisnis pemasaran adalah kita hanya cukup perlu memahami pengguna, tahu apa yang mereka sukai, dan apa yang mereka harapkan dari kita. Ini harus jelas untuk semua bisnis. Kita pasti akan menyukai produk kita sendiri, dan mungkin berpikir bahwa orang lain juga harus menyukainya. Satu-satunya cara untuk memperoleh hasil adalah dengan menguji segala sesuatu dengan mengumpulkan data yang jelas, sebanding dan objektif.

4. UX adalah bagian dari desain web

Banyak yang masih memandang desain UX sebagai formula ajaib untuk memperbaiki masalah desain. Tapi pada kenyataannya, desain UX meliputi seluruh proses desain. Jika sebuah merek merupakan nilai dari perusahaan, maka UX adalah bagaimana perusahaan menerapkan nilai tersebut. UX memainkan peran besar dalam desain web, keutamaannya telah meluas dari web hingga ke setiap aspek dalam bisnis khususnya pada area dimana bisnis terhubung dengan para pelanggannya.

5. UX hanya tentang kegunaan

Meskipun kegunaan adalah bagian penting dari setiap UX dan desain web, kenyataannya adalah bahwa prinsip bisnis dan penargetan tidak bisa diabaikan begitu saja. Untuk membuat desain yang sukses secara finansial dan sebagai alat branding, kita harus memahami dan mempelajari perilaku dan respon pengguna untuk kemudian mengimplementasikannya.

6. UX adalah “one time thing

Mungkin salah satu mitos yang paling umum tentang desain web adalah itu merupakan sebuah proyek yang bisa diselesaikan dalam satu waktu. Faktanya adalah pasar online terus berubah, hanya perusahaan yang terus mengikuti perubahan dan bekerja untuk meningkatkan pengalaman pengguna akan mencapai keberhasilan yang terukur dan berkelanjutan.

Ketika perusahaan menerapkan desain UX, ini bukan tentang memilih untuk rebrand, atau menambahkan channel baru untuk kontak pelanggan. Desain UX menghasilkan strategi UX, dan strategi diperlukan sebagai referensi untuk mengambil keputusan.

7. Desain UX adalah tentang teknologi baru

Dalam era modern saat ini, banyak bisnis yang tergoda dengan hal baru, terutama teknologi baru. Namun dengan adanya teknologi baru, tidak berarti bahwa itu adalah pilihan terbaik, terutama dalam desain UX. Teknologi hanyalah alat untuk mencapai hasil.

Ingat bahwa desain UX adalah tentang pelanggan, dan pelanggan biasanya tidak memiliki waktu atau keinginan untuk memahami sesuatu yang baru. Menerapkan teknologi baru adalah ide yang baik, asalkan itu tidak membuat pelanggan menjadi bingung.

Meskipun desain UX semakin diakui sebagai tools yang penting untuk bisnis, namun masih banyak klien dan desainer melihatnya hanya sebagai bagian dari proyek desain website. Desain UX adalah pendekatan yang mencakup segala sesuatu dari desain web hingga layanan pelanggan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *