5 Prediksi Tren Sosial Media Untuk 2015

sosial media tren

Disadari atau tidak, sosial media telah menjadi salah satu dari gaya hidup masa kini. Rasanya hampir semua orang memiliki satu atau beberapa akun sosial media, sebut saja yang paling populer, Facebook atau Twitter.

Sosial media saat ini bisa menjadi salah satu kunci kesuksesan sebuah bisnis jika dimanfaatkan secara maksimal. Seperti kita tahu, hampir semua bisnis memiliki satu atau lebih akun sosial media untuk tetap bisa terhubung dengan pelanggannya. Namun, bisnis yang memanfaatkan sosial media juga harus ikut berkembang secara dinamis mengikuti tren agar tidak tertinggal. Jadi, apa saja tren kunci untuk sosial media di tahun 2015? Simak ulasannya berikut ini.

1. Single-use platform

1

Tren yang sedang berkembang saat ini adalah penggunaan platform tunggal untuk aplikasi sosial media, yaitu aplikasi yang hanya memiliki satu fungsi utama. Biasanya fungsi ini bukanlah sebuah ide baru, melainkan hanya modifikasi atau pengembangan dari yang sudah ada.

Sebagai contoh adalah Instagram dan Snapchat, meskipun fungsinya hampir sama yaitu sebagai aplikasi berbagai foto, tetapi keduanya memiliki fitur yang berbeda. Instagram hadir terlebih dahulu sebagai aplikasi berbagi foto dengan teman-teman yang menyenangkan. Kemudian muncul Snapchat, yaitu aplikasi untuk berbagi foto yang unik dan berbeda dengan Instagram.

Ada lagi aplikasi social messaging seperti Line atau WeChat yang mendapat momentum (khususnya di Asia) dengan menawarkan solusi komunikasi one-to-one antara sesama pengguna.

Itu berarti menyediakan fungsi dasar dan membuat desain yang sederhana merupakan hal yang paling penting untuk meraih sukses.

2. Desain yang intuitif

2

Merancang sebuah website yang baik merupakan tantangan tersendiri bagi para desainer, seperti dalam menentukan komposisi warna dan mempersiapkan wireframenya. Meskipun begitu, yang perlu diperhatikan dalam merancang sebuah web adalah memahami apa yang dibutuhkan oleh pengguna. Memang kita tidak bisa membantu pengguna secara langsung, tapi kita bisa melakukannya dengan menyediakan layout dan struktur website yang baik.

Desain Intuitif sendiri mengacu pada keadaan di mana pengguna melakukan tindakan tertentu seperti klik, scroll, dan yang lainnya tanpa berpikir secara sadar melalui proses yang dilewatinya.

Twitter adalah salah satu contoh yang bagus karena menyediakan fitur-fitur dan fungsi dasar dari website yang intuitif. Pada halaman utama terlihat jelas kita bisa melakukan pengaturan profil atau membuat tweet baru.

3. E-commerce dan penjualan melalui sosial media

3

Menjual secara langsung di sosial media memang bukanlah hal yang baru, tapi hal ini menjadi suatu kegiatan yang semakin ngetren. Dulu, calon pembeli cenderung skeptis atau waspada membeli atau menjual melalui sosial media, tetapi dengan munculnya “Generation C” (C = communications), tampaknya akan mengambil sistem utama untuk melakukan bisnis.

Selain itu, dengan pertumbuhan platform e-commerce seperti Shopify dan aplikasi seperti Soldsie, menjual di sosial media jauh lebih mudah dari sebelumnya. Ditambah, tingkat kepercayaan konsumen tentang jual-beli online dan e-commerce telah meningkat pesat selama beberapa tahun terakhir, membuat penjualan di sosial media semakin meningkat. Di tahun 2015 ini kita bisa membeli segala sesuatu hanya dengan twetting atau posting di Instagram.

Jika kita terlibat di dalam bisnis e-commerce, kita perlu memahami dan mendapatkan tren ini.

4. Tingginya akan perlindungan privasi online

4

Meskipun sosial media telah menjadi bagian hidup sehari-hari bagi kebanyakan orang, tetapi selalu ada rasa kekhawatiran tentang privasi online untuk melindungi data mereka (dan reputasi mereka). Pengguna mengharapkan standar privasi yang sama dari aplikasi dan sosial media yang mereka gunakan.

Snapchats adalah salah satu aplikasi jejaring sosial yang sukses menerapkan pentingnya privasi online untuk pengguna, yaitu dengan tidak mengarsipkan/menyimpan data (teks atau gambar). Tidak heran, jika Snapchats kini telah tumbuh menjadi salah satu jejaring sosial yang paling populer di Amerika.

5. Desain responsif

5

Selama beberapa tahun terakhir desain responsif telah menjadi tren dan semakin memperkuat eksistensinya sebagai standar baru untuk desain web. Hal ini bukan tanpa alasan, karena jumlah pengguna mobile internet yang terus meningkat dibandingkan desktop. Pengguna selalu menginginkan kemudahan dalam mengakses website kapan pun dan di mana pun mereka berada. Dengan desain web responsif, akan membantu mengubah tampilan website kita menyesuaikan dengan ukuran perangkat mobile yang digunakan, baik itu smartphone maupun tablet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *