4 Tantangan yang harus Dihadapi Dalam Meningkatkan Interkoneksi Data Center

data center

Kita semua tahu bahwa peran data center saat ini sangat penting untuk setiap bisnis. Lokasi fisik juga penting untuk operator data center untuk menangani aspek-aspek seperti meminimalkan risiko bencana alam, mengurangi konsumsi daya, dll. Dengan meningkatnya jumlah organisasi atau perusahaan yang menghubungkan jaringan mereka ke beberapa penyedia layanan cloud, interkoneksi antara data center pelanggan dan penyedia sangat penting, sehingga menuntut keandalan, fleksibilitas, dan kapasitas yang besar dari sebuah data center.

Namun, ada banyak tantangan Data Center Interconnect (DCI) yang perlu diatasi oleh operator untuk menjadi sukses. Berikut adalah lima tantangan utama organisasi yang harus dihadapi untuk mencapai DCI yang efisien.

1. Bandwidth

Satu set data aplikasi yang keluar masuk pada data center saat ini umumnya cukup besar, ini karena pekembangan pesat dari konten berbasis video. Bahkan, konten ini bisa mencapai ratusan terabit atau gigabit. Hal ini jelas membutuhkan koneksi jaringan berkapasitas tinggi dan handal untuk mendukung pertumbuhan bisnis terus meningkat.

2. Keterbatasan jarak

Koneksi dengan latency paling kecil sangat bagus untuk data center. Sehingga aplikasi-aplikasi yang sensitif terhadap waktu dapat beroperasi dengan baik dan dapat melakukan sinkronisasi yang tepat antara server yang mengirimkan informasi dan perangkat yang menyimpannya. Namun, ketika data center yang akan dihubungkan satu sama lain terpisah secara fisik terlalu jauh, maka latency akan meningkat.

Memilih jalur terpendek dapat mengurangi latency yang disebabkan oleh fiber, meskipun pada perangkat jaringan juga harus dapat mengurangi latency yang disebabkan oleh hardware seminimal mungkin melalui perancangan yang tepat.

Kemajuan teknologi transmisi optik, smart latency-oriented traffic routing intelligence, dan digital signal processing memungkinkan penyedia jaringan untuk meluncurkan platform dengan kemampuan untuk memastikan latency seminimal mungkin tanpa mengganggu kinerja atau kecepatan.

3. Risiko keamanan

Umumnya, informasi yang akan disimpan di data center adalah bersifat rahasia dan penting untuk bisnis, sehingga membutuhkan koneksi jaringan yang aman dan terpercaya. Hal ini sering memerlukan enkripsi jaringan.

Aturan yang ketat dan enkripsi secara luas digunakan untuk menjamin keamanan tehadap berbagai gangguan, sedangkan kemajuan teknologi perangkat jaringan juga dapat memberikan enskripsi dalam pengiriman data untuk meningkatkan keamanan. Enkripsi network transport layers memastikan enkripsi tanpa memodifikasi konten atau mengurangi traffic throughtput.

4. Operasi manual jaringan memakan banyak waktu

Operasi jaringan manual sangat kompleks, rawan kesalahan, lambat, dan harus intensif, sehingga otomatisasi sangat diperlukan untuk tugas-tugas penting. Mengelola koneksi antar data center harus jauh dari pekerjaan manual.

Platform jaringan optik sengaja dikembangkan dengan hati-hati untuk aplikasi DCI dan ini membantu interkoneksi lebih cepat antar data center. Izin programbilitas penuh operator data center diberikan untuk mengembangkan aplikasi untuk kebutuhan spesifik. Ada banyak pilihan manajemen yang memungkinkan operator jaringan untuk reaktif dan proaktif menjaga stabilitas interkoneksi data center.

Itulah 4 tantangan utama yang harus dihadapi untuk meningkatkan interkoneksi antar data center.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *